Minggu, 25 Mei 2014

Keluarga Korban Minta Polda Tuntaskan Kasus JIS

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ibu dari anak korban kejahatan seksual sodomi di Jakarta International School (JIS) mengeluhkan anaknya yang hingga kini masih trauma tak mau pakai celana. Parahnya lagi di sebuah koran Ibukota berbahasa Inggris, Theresia Pipit Widowati difitnah dengan hal yang tidak masuk akal.

"Hingga sekarang anak saya tidak mau pakai celana, pantatnya bernanah, dia masih trauma. Saya malah dituduh yang bukan-bukan oleh bule-bule itu, dibilang mau cerai dengan suami, dibilang cari duit, padahal saya hanya memperjuangkan keadilan bagi anak saya, saya sendiri yang keluar biaya ke rumah sakit, ke psikolog anak, dan tidak satu rupiah pun saya terima uang dari JIS," ujar Theresia Pipit Widowati kepada wartawan Jumat (23/5) malam.

Derita yang juga dialami Pipit bersama suami dan keluarganya ini, seakan tidak dirasakan oleh pihak kepolisian Polda Metro Jaya yang hingga berita ini diturunkan belum juga menindak pihak JIS.
Pipit mengaku siapa saja dan lembaga apa saja yang mengurus kasus ini, dia berharap bisa tuntas dengan keadilan yang kokoh dan kejadian ini tidak terjadi pad Ibu lainnya. "Mau siapa saja, mau Polda atau Mabes Polri yang usut kasus ini, saya ingin keadilan yang berlaku nyata," ucapnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Pengacara O.C Kaligis mengatakan bahwa kliennya ingin kasus pedofil itu ditangani Mabes Polri. Keluarga menilai pengusutan di Polda Metro Jaya lamban. "Ibu P tidak percaya di sini, maunya di Mabes," kata Kaligis.

Menurut O.C Kaligis saat ini ada beberapa korban baru yang melaporkan kasus serupa ke Mabes Polri. "Orang tua korban memilih ke Mabes Polri karena menganggap lebih mendapat kenyamanan dalam melapor. Beberapa korban baru yang melapor adalah warga negara asing," beber Kaligis.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan hingga saat ini belum ada tesangka baru kasus kekerasan seks di JIS. Tersangka masih enam orang, yakni petugas kebersihan di sekolah yang berada di kawasan Pondok Indah itu.

Di tempat terpisah, Humas Polda Metro Jaya Rikwanto mengatakan dari 13 orang yang positif herpes belum ada yang naik statusnya menjadi tersangka. "Saat ini penyidikan belum berkembang ke pihak JIS, dan memang ada laporan ke Bareskrim tentang korban baru di JIS. Kami akan tetap monitor, tetapi yang akan tangani Bareskrim. Kami akan fokus kerjakan tugas masing-masing," ujar Rikwanto.
( Nurokhman / CN19 / SMNetwork )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar