Senin, 19 Mei 2014

Ibunda Korban Pelecehan di JIS Ngaku Diancam

JAKARTA - Sejumlah kalangan menyesalkan aksi pelecehan seksual yang terjadi di TK Jakarta International School (JIS). Di antaranya orangtua murid TK JIS.

T, ibunda MAK, korban pelecehan seksual di JIS mengeluhkan adanya pembiaran yang terjadi di sekolah internasional itu. 

"Kenapa pihak JIS tidak bertanggung jawab, kan ada CCTV, kenapa ada pembiaran. Kenapa pemerintah membiarkan ada sekolah yang tidak berizin," kata Pipit di Jakarta, Selasa (13/5/2014).

Dia dan pihak keluarga mengaku sangat menyayangkan kasus kejahatan seksual yang penyidikannya hanya berhenti pada enam tersangka.  

"Kenapa hanya berhenti pada enam tersangka, kenapa polisi tidak memeriksa pihak sekolah dan guru, pihak aparat seolah tidak peka. Ada apa dengan Subnit Renakta Polda Metro Jaya yang hanya berhenti pada enam tersangka?" keluhnya.

T mengaku miris. Akibat perbuatan amoral itu, anaknya kini menderita penyakit herpes.  "Saya trauma, dan menerima ancaman dari pihak-pihak tidak dikenal, seperti dibuntuti," pungkasnya,

Sementara itu Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Uchok Sky Khadafi menyatakan, Dirjen Pajak harus memeriksa JIS, karena selain tidak berizin maka ada dugaan sekolah elite tersebut tidak membayar pajak.

Pihaknya pun meminta Dirjen Pajak untuk melakukan pemeriksaan, termasuk payung hukumnya. Sehingga dapat diaudit ihwal setoran pajak tersebut. 

"Kami minta Dirjen Pajak menindaklanjuti masalah ini. Kan kalau dihitung mencapai Rp1,7 triliun pertahun. Pelaku tindak pidana korporasi, korporasi juga harus dihukum, Pasal 90 ayat 2," sebutnya. (put)

http://jakarta.okezone.com/read/2014/05/13/500/984504/ibunda-korban-pelecehan-di-jis-ngaku-diancam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar