Selasa, 23 September 2014

Rusak Ekosistem Hutan Kabupaten Tapin Selatan, Aliansi Garda Nusantara Akan Demo Tuntut Penutupan Perusahaan Batubara

Gantaranews.com –  Aliansi Garda Nusantara Peduli Lingkungan dan Penyelamat Hutan Kalimantan bersama beberapa elemen Mahasiswa dan Pemuda akan menggelar demonstrasi siang ini (18/09/2014) di gedung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Perhubungan, aksi ini terkait dengan oknum-oknum baik korporasi maupun pemangku kebijakan yang kongkalikong melakukan aktivitas eksploitasi pertambangan yang tidak bertanggung jawab,  hal tersebut sesuai dengan press lerease Koordinator lapangan Garda Nusantara Peduli Lingkungan dan Penyelamat Hutan Kalimantan, Arie Tarigan.

Dalam prees lerease yang diterima oleh Gantaranews.com Arie Tarigan menyatakan bahwa aktivitas pertambangan yang terjadi di Kalimantan, khususnya di kabupaten Tapin Selatan merupakan suatu bentuk kegiatan yang mengancam ekosistem yang ada didalam hutan daerah tersebut, seperti bekantan disisi lain juga sangat meresahkan masyarakat yang lingkungannya terkena dampak dari aktivitas eksploitasi tersebut.

Dalam keterangan selanjutnya Arie Tarigan menyatakan, “kerusakan-kerusakan lingkungan dan ekosistem yang terjadi di kabupaten Tapin Selatan tersebut setidaknya melibatkan dua perusahaan yakni, PT Baralmulti Sukses Sarana yang menjadi pengelola pelabuhan Lok Buntar yang juga menangani penyaluran batu bara dari PT Antang Gunung Meratus (AGM)”.

“Parahnya, dari segi kebijakan Pemerintah Kabupaten Tapin Selatan terkesan menutup mata atas persoalan tersebut dengan sengaja mengeluarkan izin pengelolaan dan pemanfaatan sungai putting dan sungai muning untuk angkutan transportasi batu bara”, ujar Arie.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar